Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu ,

Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu ,
Hatta Rajasa & Tjatur Sapto Edy, Kader PAN, Bersama No. 8 Progress Selalu (dlm Desy Ratnasari, MSi, DR. Marissa Haque, Ahmad. Z. Ikang Fawzi, MBA)

"Panggila Jiwa" (Lagu Fav-ku by Ikang Fawzi & Chandra Darusman)

Ikang Fawzi & Chandra Darusman: Kompaknya Dua Anak Deplu Alumni UI (Universitas Indonesia/ILUNI), 1982
Tampilkan postingan dengan label vina panduwinata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vina panduwinata. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Oktober 2011

"Marsha Chikita Fawzi Our Beloved One: Ikang Fawzi & Marissa Haque"


If you ever heard about Indonesian students in Malaysia trying to make a peace using online media (twitter, facebook – you name it) during the “unofficial” war between Indonesia and Malaysia, spreading a cartoon character avatar from both countries signaling a harmony between them then I assume you are familiar with this not-just-an-average-girl.

She’s one of the broadcaster in Radio PPI Dunia representing Cyberjaya-Malaysia, studying Film Animation at Multimedia University (MMU). It may sounds like she’s just an ordinary girl but no – she is not and why is it?

Because aside from the fact that she just finished her final project, she is now working as a 3D Modeler, Render Artist, Animator and finally (now) a Compositor at Les Copaque – starting out as an internee, she is in fact the one and only Indonesian full time employee working at the company. Not to mention her other “activities” as a musician, and please don’t get me started with her hobbies.

Oh, and if I may quote to Jim Morrisson, “Where’s your will to be weird?” – I can assure you that this girl has an enormous will to be weird. In all positive way possible of course.

Anyway, I asked her to describe herself – she took her time before finally answered,
“I am a person who believe in changes without leaving my conservative side. I live my life by following the passion I have inside, though I think my skill is really mediocre. (laugh). I learn from my life-experiences. There is no regret of what happened, no matter how bitter it is because that what makes me who I am today. And one day, Insya Allah, I will enhance the 3D animation industry in Indonesia,”
Marsha Chikita Fawzi - or we can call her Kiki, has a lot in her hand. You can just google her name if you don’t trust me. I spent a lot of time figuring out what she really does through many question and even with my knowledge limitation of her world, I know one thing for sure, she is indeed an artist. 

Well, many of us may associate her with the famous Ikang Fawzi and Marissa Haque, but from our conversation she always underline the statement how she doesn’t enjoy the spotlight of being a famous couple daughter. Instead, she would like to be known for her own brightness and achievement which I understand totally. She is indeed a family oriented girl, she loves her family so much but not necessarily every time she accomplish something, it should be related to her parents status.

Back to her works, she stated how the knowledge and experience working in this field is addictive. It is hard for her to stop learning and trying new things which in my opinion will become one of her competitive advantage in the future since the process of learning is what will make you succeed. Do not be satisfied with what you have already know or do because there’ll be always more.

Another quote from her is,
Details make perfect animation
which apparently being given to her by Aras Darmawan.

That quotation made Kiki stalked children in the playing ground, watching them moving, acting and re-acting, studying how they interact with each other. The result of this stalking process (haha, I love this term, Kiki is a stalker so be careful – who know she’s watching you and made you one of her artworks) later on will be put into the millisecond frame. So, when you’re watching an animation, appreciate it! The animator such Kiki put a hard work so you can enjoy it.
Instead of moving the character, I’d prefer to ‘giving life to it’ which in my opinion will work better in reaching the heart of the audience.
Since my conversation with her was a very long one and most of it was about her works because I understand nothing about it, I tried to dig more from her words. And to end this writing, I guess this last statement from her will do,
I enjoy my life, the world I’m living in. I’d love to jump in totally in both field of music and animation. I feel as if I could deliver happiness to people from what I made, and trust me it feels great! So, I won’t stop here, I am just warming up.
So prepare yourself dear Indonesia, for a young talented animator who will probably bring change and development in the world of animation in this country. Who said that we don’t have enough talented people in this country? They are preparing themselves to awaken this country and Marsha Chikita Fawzi is definitely one of them.

Good luck for you my dear, learn from the best and we are waiting here for your next accomplishment.


Source: http://meityfitriani.com/2011/09/18/marshachikita/
written by Meity Fitriani

Bandung, 16th August 2011

"Marsha Chikita Fawzi Our Beloved One: Ikang Fawzi & Marissa Haque"

Jumat, 16 September 2011

Hanafi Rais Peduli Pertanian Terpadu Berkelanjutan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi


Sumber: http://ikangmarissa-for-hanafirais-yogya.blogspot.com


Sebagai 'anak' IPB, ada hal yang mengharukan rasanya tertangkap oleh inderaku. Bahwa anak tertua Pak Amien Rais tersebut juga peduli sekali pada pertanian. Semoga selamanya demikian ya?

Karena belakangan ini trend yang terjadi adalah para lulusan fakultas pertanian malah mengurus yang ndak ada sangkut pautnya dengan pertanian itu sendiri. Semisal ada yang jadi wartawan dan malah sebagian besar jadi bankers. Duh!

Senin, 15 Agustus 2011

"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"

Disaat kita memberi sesungguhnya karena kita sudah banyak menerima!

Kuncinya semua kembali kepada pasangan kita. Sejauh mana pasangan suami atau istri dapat saling mendukung satu dengan lainnya, sehingga mampu selalu membuat nyaman hati pasangannya.


cinta_kami_selamanya_sampai_mati-ikang-fawzi-dan-marissa-haque-1Pasangan suami istri sejati, akan berada dalam irama harmoni untuk saling memahami serta  selalu mendukung. Intinya adalah, komunikasi produktif di antara keduanya dalam perkawinan. Cirinya adalah ketika mata hati serasa selalu terkait satu dengan lainnya. Seperti itu sejujurnya yang kami rasakan selama 25 tahun masa pernikahan kami.

Kami berdua--Ikang Fawzi dan Marissa Haque--memang bukanlah pasangan yang luar biasa sempurna. Namun kami bertekad agar kesepakatan yang kami buat sejak awal dapat kami wujudkan dalam kenyataan sejarah pernikahan kami, yaitu: "... untuk selalu satu suami dan satu istri sampai mati."

Insya Allah... sejujurnya demikian, dan selamanya demikian. Sampai ajal menjemput kami, karena setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati...

May Allah always bless our marriage... amiiin...

Catatan: Avatar Blog Ini dari iklan Oil of Olay

Sumber: http://ikangdanmarissa.blogdetik.com/


"Marissa Haque & Ikang Fawzi: Upaya Membuat Nyaman Hati Pasangan"

Minggu, 14 Agustus 2011

"Yuk Bergabung dengan BIL (Brother in Law) Lovers: dalam Marissa Haque Fawzi"

Kindly please enter this address mentioned, as follow: 
Regards, Marissa Haque Ikang Fawzi
Yuk Bergabung dengan BIL Lovers (the Brother in Law) dengan Ikang Fawzi, Ekki Soekarno, dan Gilang Ramadhan: dalam Bunda Marissa Haque Fawzi

Selasa, 26 Juli 2011

Chikita Fawzi Anak Bunda Marissa Haque Fawzi

Chikita Fawzi anak Bunda Icha dan Ayah Ikang sudah mau diwisuda dari MMU di Malaysia. Selamat ya Kak Kiki...

Senin, 13 Juni 2011

"Bunda Marissa Haque: Indonesia, BMT, dan Usaha Mikro Tahun 2011 "


June 14th, 2011 Tagged 
file0082
TAMZIS pembiayaannya fokus pada pasar, sejauhmana sumbangsih BMT kepada pasar?
Kebetulan saya sedang menyelesaikan tesis saya fakultas ekonomi UGM berkaitan dengan BMT, khususnya pada salah satu BMT di Jogjakarta. Saya melihat bagimana BMT memberi sumbangsih besar dalam menghapus lintah darat atau rentenir, padahal pedagang butuh modal. Nah, itulah tugas BMT untuk memberi modal. Makanya diawal saya katakan BMT perlu perlindungan hukum dari pemerintah.




Marissa Haque, beberapa kali dalam talkshownya bicara tentang BMT dan pengembangan usaha kecil dan mikro. Kali ini Wartawan Tamaddun Zubaeri At berhasil mewawancarainya, ketika Marissa menghadiri acara BMT Summit dan Top Managemen BMT Workshop yang diselenggarakan oleh BMT Center di Jakarta bulan Oktober lalu.

Kehadirannya di acara tersebut membuktikan bahwa Marissa peduli BMT.
Berikut pandangan Marissa tentang BMT dan usaha mikro tahun 2011.

Mbak Marissa, apa pendapat anda tentang BMT?
Saya tahu BMT, karena di dekat rumah saya ada BMT. Saya banyak mendengar tentang kelebihan layanan BMT. Dalam akad BMT sesuai syariah tidak ada denda dan kadang tidak pakai jaminan.
BMT juga dalam pembiayaan tetap menggunakan prinsip 5 C + 1 S sebagaimana lembaga keuangan selama ini, yakni karakter, kapasitas, modal, jaminan, kondisi dan satu tambahan syariah dalam memberikan pembiayaan keapada anggota.

Menurut mbak Marissa, apa yang mesti diupayakan untuk BMT?
Menurut saya, perlu diusahakan adanya payung hukum yang jelas buat BMT dari pemerintah terkait dengan perlindungan. Kita tahu, BMT di saat krisis kemarin mampu bertahan dan dapat memulihkan ekonomi bangsa, karena denyutnya riil, nyata pada sektor mikro.

BMT selain memberi modal usaha, sebenarnya BMT juga mengajarkan pola hidup syariah, bagaimana menurut mbak?
Itu memang yang diharapkan dari BMT. Penelitian saya di BMT yang saya teliti setiap bulannya mengadakan pengajian umum dan penggeraknya anaknya sultan yakni Gusti Pembayun dan saya dua kali ikut pengajian tersebut.

Dalam pengajian pedagang juga dikenalkan dengan istilah-istilah ekonomi syariah kepada pedagang. Saya kira istilah-istilah tersebut ketika sering diucapkan dan dipraktekkan, pedagang akan lebih mudah dan cepat memahami. Bisa juga mengenalkan ekonomi syariah melalui radio komunitas yang ada disuatu pasar tertentu, dan itu tidak perlu biaya mahal tapi mengena.

ImageBagaimana prospek BMT di Tahun 2011?
Baik, dan akan semakin baik. Tapi persoalan BMT terbesar adalah payung hukum yang tidak ada atau belum ada.

Apa yang mesti dilakukan BMT untuk meningkatkan pelayanan?
Ya sosialisasi. Bikin pengajian akbar dipasar-pasar. Itu dahwah lo, bukankah khalifah Umar berdakwah dipasar, yakni dakwah bil hal (dakwah dengan tindakan).

Bagaimana BMT ke depan?
Harapannya, BMT tetap low profil, setia melayani sektor mikro yang penting high profit (keuntungan tinggi) itu lebih penting. BMT tidak boleh berubah identitas apalagi spirit. Islam itu harus kaya, makanya harus high profit, itu berkaitan harga diri. Rasulullah sendiri umur 12 tahun sudah dagang, jadi interpreneurship. Ada juga hadis yang mengatakan 90% rizki di jalan Allah diperoleh dari usaha dagang.

Sumber: http://www.tamzis.com/index.php?option=c…
Photo Courtesy of RA Menik Kodrat

Kamis, 06 Januari 2011

Rasa Malu Prof Mahfud MD Sangat Islami: Marissa Haque Fawzi

Mahfud Malu Gayus Bisa Permainkan Lembaga Hukum

Sumber: http://id.news.yahoo.com/antr/20110106/tpl-mahfud-malu-gayus-bisa-permainkan-le-cc08abe.html

Jakarta (ANTARA) - Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD merasa malu sebagai pejabat karena ulah Mafia Pajak Gayus Tambunan yang bisa mempermainkan lembaga hukum negara. "Sebagai pejabat saya malu karena (lembaga hukum) dipermainkan oleh Gayus," kata Mahfud, di Jakarta, Kamis. Hal ini diungkapkan Ketua MK ini menanggapi berita Gayus yang keluyuran ke berbagai negara dengan menggunakan paspor atas nama Sony Laksono. Gayus yang statusnya menjadi terdakwa dalam kasus mafia pajak ini keluyuran ke berbagai negara, seperti Cina, Malaysia dan Singapura. Mahfud juga menyatakan bahwa negara Indonesia saat ini sedang sial karena ditipu oleh Gayus yang bisa "membeli" aparat untuk bisa keluyuran ke luar negeri. "Ini bukan kesalahan Patrialis Akbar (Menteri Hukum dan HAM) karena jaringan itu sudah rusak lama," katanya.

Bahkan Mahfud menyebut malaikatpun yang jadi menteri akan kesulitan mengatasi masalah ini. Untuk itu, lanjutnya, pemerintah harus memperbaiki sistem yang rusak dan menghambat penegakan hukum selama ini. "Selama ini hanya mengganti pejabat, tapi tidak pernah memperbaiki sistem," katanya. Mahfud juga mengakui bahwa MK saat ini dianggap "bersih" karena lembaga baru. "Bukan saya yang hebat, tapi ini lembaga baru jadi masih relatif bersih dan mudah dikendalikan," ungkapnya. Dia juga mengungkapkan hal yang sama kepada KPK dan Komisi Yudisial yang juga bersih karena lembaga baru.

Dia juga mencontohkan mantan Jaksa Agung Hendarman Supandji yang hebat di Timtas Tipikor yang juga lembaga baru, tetapi saat memimpin Kejaksaan Agung juga habis dilumat sistem yang sudah lama terbangun. Untuk itu, Mahfud berharap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan membenahi sistem aparat penegak hukum yang sistemnya sudah rusak tersebut.  

"Presiden harus ambil sikap tegas dan dikawal oleh kita secara bersama-sama," harap Mahfud.

Sabtu, 25 Desember 2010

Lompatan Spiritual Marissa Haque: dalam Dudi Rustandi (Bandung) di Kompasiana.com

Dakwah Nyata Marissa Haque (Siapakah yang Usil, Ngurusin Payudara Orang atau yang Ngurusin Orang Berdakwah?)

Catatan: Kecuali memang dipakai oleh yang diduga Very Amaruzzaman ketua Timses Black Campaign Airin Rachmi Diany kepada Bunda Marissa Haque karena takut gagal jadi Walikota Tangsel 2010!

OPINI Dudi Rustandi 09 November 2010, 21:15

Sumber: http://agama.kompasiana.com/2010/11/09/dakwah-nyata-marissa-haque-siapakah-yang-usil-ngurusin-payudara-orang-atau-yang-ngurusin-orang-berdakwah/

1 dari 2 Kompasianer menilai Inspiratif. lustrasi dari blog Marissa Haque
Saya selalu menganalogikan ketika dua orang yang sama menghadapi situasi dan kondisi yang sama. Walaupun sama-sama dalam tempat yang sama, namun kedua orang tersebut akan sangat berbeda ketika menyaksikan atau menghadapi satu situasi dan kondisi. Kenapa hal ini terjadi? Dalam ilmu komunikasi disebabkan oleh beberapa hal salah duanya adalah masalah Frame of Reference dan Field of experience, kerangka referensi dan pengalaman lapangan. Masing-masing orang tersebut menghadapi masalah yang sama namun dengan pemecahan masalah yang berbeda-beda. Dengan kata lain ia berkaitan dengan paradigma dan sudut pandang masing-masing yang mendasarkan diri pada kerangka rujukan dan pengalaman lapangan yang berbeda-beda tersebut.
Ribut-ribut masalah curhat Mbak Marissa Haque (Mbak Icha) dalam blognya yang ditujukan kepada Vina Panduwinata dan Memes yang masih menjadi pembicaraan media sampai saat ini, serta wawancara yang tidak berimbang akan kasus ini yang saya saksikan di infotainment dimana seolah-olah Mbak Icha adalah orang yang usil sehingga membuat ia seolah berada dalam posisi yang salah. Apalagi seorang Penulis tamu secara khusus menuliskan ‘keusilan’ Mbak Icha dengan gaya puisi (Bu Linda Jalil) walaupun disitu tidak ditujukan kepada mbak Icha, namun sangat jelas, di tengah ribut-ribut masalah tersebut, tulisan Bu Linda Jalil di-publish. Lagi-lagi saya melihat bahwa Mba Icha dijadikan pesakitan, ia seolah-olah salah dengan mengurusi payudara orang, walaupun ia sendiri barangkali merasa nyaman-nyaman saja ketika ia dianggap usil. Saya ingin melihat dari persfektif yang berbeda, persfektif yang saya gunakan adalah (barangkali) berkaitan dengan pengalaman keberagamaannya.

Pengalaman keberagamaan Mbak Icha. Setiap orang memiliki kerangka rujukan dan pengalaman yang berbeda. Kerangka dan pengalaman ini akan mempengaruhi paradigma dan sudut pandang orang ketika menyikapi sesuatu. Salah satunya adalah terjadi pada Mbak Icha. Walaupun tulisannya disertai emosional, namun hal tersebut sangatlah wajar di mana ia menjadi seorang isteri dari seorang suami yang dicintainya. Namun jika kita baca secara cermat tulisan blognya, saya melihat justeru Mbak Icha sedang melakukan dakwah yang nyata. Ia sedang memperteguh keimanannya. Saya masih ingat salah satu hadits tentang masalah keimanan, dimana substansinya bahwa “jika orang mencegah dengan tangannya ia berada dalam keimanan yang sempurna, jika ia mencegah kemunkaran dengan mulutnya (bicara) ia berada dalam keimanan yang sedang, jika kemunkaran hanya dicegah dengan do’a, itulah selemah-lemahnya iman. Inilah barangkali yang membedakannya dengan kita atau kompasianer yang lain. Pengalamannya dalam mempraktikan agamanya membuat dia peka, wabilkhusus diawali dari keluarganya. Pengalamannya ini mendorong ia memiliki pandangan tersendiri terhadap satu masalah yang sama.

Coba saja perhatikan salah satu pernyataannya yang memberikan gambaran kepada kita bahwa ada lompatan spiritual dalam diri Mbak Icha, semakin berkurang umur ia semakin sadar bahwa ia akan meninggalkan dunia yang fana ini, sehingga hidupnya harus lebih berkualitas dipandang dari sisi agama, salah satunya adalah dengan mengenakan pakaian yang menutup aurat.

"... memang saat lalu gaya hidup kami–Memes maupun saya–memang sangat mirip dan sedikit bebas. Namun dengan berjalannya waktu serta semakin hari kami semuasemakin bau tanah. Ada jurang menganga lebar yang sangat signifikan yang menjadi pembeda dari cara pandang hidup kami. Kini gaya busana dan gaya hidup Memes memang sangat mirip dengan Mama Ina (Vina Panduwinata) didalam memamerkan/sedekah payudara mereka semakin hari saya perhatikan semakin melorot, hingga tinggal seperempat atau sepertiga saja! Padahal payudara mereka diusia 50 tahunan sudah jatuh dan peyot dimakan usia! Semua gambar mereka yang seronok dapat dilihat dalam kapanlagi.com." (perhatikan kalimat yang di bold italic )

Lompatan atau pergeseran spiritual inilah, sebagai kerangka rujukannya, menjadi paradigm yang digunakan oleh Mbak Icha dalam menyikapi sesuatu. Termasuk dalam kasus Ikang-Vina yang ia sebutkan dalam blognya. T

ulisannya yang lain sangat nyata bahwa ia ingin menjaga keluarganya dengan dakwah di lingkungan keluarga terdahulu sebelum ia melakukannya di luar. Dalam blog -nya ia mengatakan:

"... Hari ini, sehari sebelum bulan puasa dibulan Ramadhan, sebelum bersilaturahmi keluar rumah, kami berdua—Ikang Fawzi dan saya—berprinsip agar urusan dalam negeri rumah tangga kami harus beres sebelum dua kali 24 jam. Alhamdulillah worthed! Rekonsiliasi terjadi dan menghasilkan beberapa kesepakatan, antara lain: (1) suamiku harus khatam Al-Quran lagi dibulan suci 2010 ini; (2) harus lebih banyak lagi waktu bersama istrinya terkait dengan pekerjaan kami dimasa dating; (3) tidak ada larangan bersalaman/boleh menyentuh tangan namun tidak berangkulan dan tidak dalam kondisi dirangkul/merangkul; (4) kalau ada penggemar ekstrim/baik yang berjilbab maupun tidak berjilbab minta dicium, secara halus namun tegas wajib diberitahu agar tidak bersedia; (5) setiap ada yang berusaha ‘mendekati’ dengan maksud serius tertentu memberitahu kepada pasangan masing-masing, dan ini berlaku pada Ikang maupun saya; (6) menjaga mata dan hati terutama bila sedang di mall dan tempat terbuka lainnya, agar ‘tidak lapar mata’ melihat ‘daging segar’ yang disedekahkan khusus untuk kaum pria; (7) setiap account FB (Face Book) boleh dibuka dan dicek oleh masing-masing dari kami, dan ini berlaku pada Ikang maupun saya, untuk mengecek teman yang mengajak sex over the cyber; (8) setiap tahu akan berjumpa mantan pacar/mantan calon istri/mantan calon suami wajib memberitahu. Kalau terlanjur ‘bablas’, juga wajib memberitahu serta meminta maaf (9) suami wajib berkurang kesenangannya membuka porn cyber! Kalau mungkin menghilangkannya sama sekali karena kegiatan itu adalah maksiat mata; (10) istri wajib lebih sabar dan berkurang ngomelnya…hehe..."

Pernyataannya ini merupakan bagian dari dakwah yang ia lakukan dalam keluarganya sendiri, tanpa ia berada dalam posisi mengendalikan, namun sama-sama membuat kesepakatan bersama. Selain membuat kesepatakan, ia dan suami juga sepakat menjaga keluarganya tidak hanya dengan ikhtiar namun dengan do’a-do’a yang dapat menjaga mereka dari godaan-godaan yang dapat memecah belah rumah tangga yang ia peroleh dari gurunya.

"... ini sekaligus sebagai ajakannya untuk menjaga mata, karena mata selain dapat menjadi alat bersyukur namun juga bisa sebaliknya. Ini adalah doa tersebut; Mata adalah salah satu indera manusia untuk melihat kebesaran-Nya, namun juga dapat terpeleset merendahkan pemilik yang dititpi karunia penglihatan tersebut. Karenanya bagi para pria dewasa yang ingin menjaga marwah diri dan istri serta seluruh keluarganya, dapat mengamalkan sebanyak-banyaknya setiap hari dari dua (2) buah doa dibawah ini. Doa tersebut sebagai berikut: (1) “Bismillahirrahmanirrahiiiim…Allahuma innia’udzubika min fitnatinnisaa wa lazaabil qabri.” Artinya: Ya Allah, aku berlindung dari fitnah wanita/perempuan dan siksanya azab kubur. dan ketika selesai membasuh/ba’da istinja/ba’da buang hajat besar/kecil: (2)”Bismillahirrahmanirrahiiiim… Allahuma thohor qolbi minannifaqi, wa hassin fajri minal fawaahist.” Artinya: Ya Allah… sucikanlah hatiku dari kemunafikan, peliharalah fajri-ku (vagina bagi perempuan dan penis bagi pria), dari kejahatan nafsu, dan haramkanlah jazadku dari siksa api neraka"

Merujuk kembali pada salah satu hadits di atas, dalam pandangan saya, Mbak Icha sedang memperteguh keimanannya dengan melakukan dakwah. Bahkan jika kita cermati, aktifitasnya hampir selalu berkaitan dengan masalah dakwah. Tentu saja dakwah tidak bisa kita pandang secara sempit hanya dalam masalah agama secara privat saja namun juga secara social, ekonomi, budaya maupun politik. Lihat saja aktifitasnya, bilapun menjadi bintang iklan, namun ia menjadi bintang iklan yang memiliki kecenderungan Islami seperti kosmetik tanpa bahan pengawet atau alcohol, Ekonomi Syariah, mencegah illegal loging, perang terhadap korupsi, dll.

Dakwah Marissa Haque di Kalangan Kampus
Saya masih teringat ketika akan melaksanakan seminar film dakwah tahun 2001. Saat itu saya menjadi panitia. Walaupun bukan panitia inti, setidaknya saya tahu bagaimana kondisi kepanitian. Saat itu yang menjadi pembicara salah satunya adalah Mba Icha, yang lainnya adalah Chaerul Umam, dan Prof. Deddy Mulyana, Ph.D. Sebagai lembaga mahasiswa saat itu, tentu saja untuk mengundang artis kenamaan seperti mbak Icha bayarannya mahal, apalagi dipadukan dengan pembicara nasional lainnya, sutradara sekelas Chaerul Umam. Namun di tengah kebingungan panitia, Mbak Icha yang mengerti kondisi kami malah bilang,” Begini saja, coba kontak wardah, minta kerjasama dengan wardah, saya gak minta dibayar, yang penting ada tiket pp, dan tiket itu sendiri nanti dari hasil kerjasama,” ujar mbakIcha. Setelah kami menghubungi wardah, akhirnya kami pun tidak mengeluarkan uang sama sekali untuk mbak Icha, karena tiketpun akhirnya di urus oleh wardah sebagai hasil kerjasama kami dengan wardah. Tentu saja ini menjadi nilai plus mbak Icha dalam rangka Dakwah dalam bidang film saat itu. Di samping ia sendiri rela untuk tidak dibayar, padahal harus jauh-jauh datang ke Bandung.

Dengan perjalanannya tersebut, dan dalam rangka mempertahankan rumah tangganya tersebut, apakah layak ia dikatakan sebagai usil atau ngurusin payudara orang?Bukankah itu dakwah? Siapakah yang usil? Yang ngurusin payudara orang atau yang tidak senang dengan dakwahnya? kita tanyakan saja pada hati nurani, apakah memperlihatkan dada yang sangat terbuka hingga terlihat belahan dada adalah hal yang baik? Ya baik bagi si Imin, tapi tidak baik bagi si Iman.

Rabu, 17 November 2010

Kirim Seorang Teman FB Berjudul "Ibu": dalam Bunda Marissa Haque Fawzi

Fwd dari > Muhammad Syukron محمدشكرا sent a message to the members of Facebook Penyejuk Qalbu.
Subject: Sajak Ibu – Iqbal

Ibu!

Kelunak lembutanmu yang bersih
Merupakan rahmat bagi kami.
Kamu,
Merupakan kekuatan
Dan benteng agama.
Wahai,
Orang yang menghentikan
Penyusuan,
Anak dalam kalangan kami
Berdasarkan tauhid,
Kasih sayangmu memberi nilai
Kemampuan kami, memberi warna
Amal dan fikiran kami.
Wahai, pemangku amanah
Berdasarkan syair nyata,
Di dalam nafasmu
Terletak kehidupan agama
Berhati-hatilah melalui zaman,
Bimbing eratlah anak-anakmu.

Senin, 09 Agustus 2010

Kalau Saja Artis Penyanyi Tua Lebih Islami: Pesan untuk Vina Panduwinata dari Bunda Marissa Haque

vina-panduwinata-ikang-fawzi-marissa-haque-addie-ms-memes Vina Panduwinata & Payudaranya yang Menempel di Dada Suami Bunda Marissa Haque

Sumber: http://marissahaque.blogdetik.com/
Isi sms saya kepada Vina Panduwinata kawan baik suamiku, sejak masih menjadi calon suami Christine Panjaitan adalah sebagai berikut: "...dear Mama Ina (panggilan kesayangan Vina Panduwinata), apa khabarnya? Semoga keluargamu baik-baik dan sehat adanya... Saya hanya tidak merasa nyaman melihat foto kalian diacara Odyssey. Saya tahu bahwa Mama Ina pernah tahu/ingat bahwa saya dan Ikangku duluuuu... saat kita semua sama-sama-sama ke Jerman melalui hadiah dari BASF Award. Saat itu Ikang dan saya sudah menikah siri. Dan padti Mama Ina pasti ingat bahwa kami berdua pernah 'berantem/mendiamkan' Mama Ina sekaligus karena saya tersinggung dengan prilaku tanganmu yang SANGAT RAJIN MENJAMAH seluruh bagian badan Ikang Fawzi suamiku. Saat itu kita semua sering berada didalam satu bus dalam perjalanan dari Mannheim ke Deidesheim melalui Ludswighaven menuju Stuttgard untuk melihat performance dari Al Jaerro (West Germany, September, 1986).

 Namun aksi mendiamkan Mama Ina saat itu tidak berkelanjutan, karena saya pikir Mama Ina (Vina Panduwinata)belum mengetahui kami--Ikang Fawzi dan Marissa Haque--telah menikah siri yang mana dimata Allah Azza wa Jalla telah resmi sebagai suami-istri. Sehingga saat itu saya memaafkan Mama Ina (Vina Panduwinata) karena saya duga mungkin saja Mama Ina (Vina Panduwinata) kala itu masih coba-coba mendapatkan Ikang-ku menjadi 'pacar sementara' setelah putus dari Mas Hendi (mahasiswa Teknik UGM). Hehe... kan saat itu Mama Ina (Vina Panduwinata) belum menjadi kekasih dan calon istri Mas Boy Yudho (anak Boss ayahku almarhum di Pertamina) kan? ..." Demikian kurang-lebih sepenggal sms-ku pada Mama Ina (Vina Panduwinata). Hhhh... selang 25 tahun masa pernikahan kami, ada-ada saja gangguan tidak bekualitas menghampiri. Dari mantan calon istri suamiku dulu yang dipaksa berpisah karena masalah SARA (suku-agama-ras), dari CLBK (cinta lama bersemi kembali) di acara Sys NS dan Ida Arimurti di Zona 80 Trans TV dan Zona Memori Metro TV yang semakin populer karena ucapan Sandro Tobing sepupu-ipar Christine Panjaitan, lalu acara Addie MS dan Memes bertajuk Odyssey!

inspirasi_mannheim_jerman_barat_ikang_fawzi__marisa_haque_pg1
 Pada acara Odyssy sendiri baik Memes maupun Addie MS tidak mengundang diriku. Memes dan Addie MS malah mendudukkan suamiku jejeran dengan teman 'REUNI" nostalgia-nya yang dimasa lalu yang saya kenal sebagai sang comblang baik hati 'tukang ngebo'ongin' Ibu Nurmala Sitompul-Panjaitan sang Mama dari Christine Panjaitan. Dengan cara pura-pura naksir sama Robin Panjaitan kakak Christine Panjaitan yang selama mereka pacaran back-street diberi tugas ibu Christine Panjaitan menjadi 'satpam' Christine. Sehingga atas upaya tersebut, sang kakak Robin Panjaitan jadi lupa menjemput adiknya yang tengah berduaan dengan Ikang Fawzi pacarnya/calon suaminya di'suatu tempat'. Saya sudah memaafkan kejadian Ikang Fawzi suamiku yang diberi tempat duduk bersama Lisa Tungka-Feinstein sang comblang teman sesama SMA 3 yang sekaligus teman gereja Christine Panjaitan itu.

Namun kejadian payudara Vina Panduwinata menempel didada suamiku Ikang Fawzi masih menorehkan luka akibat ulah acara Addie MS dan Memes istrinya itu! Memes Adisaputra (Maemunah) itu sendiri, secara pribadi pada acara 'REUNI' garapan Adjie Soetama, dalam dua acara sama dan tempat berbeda, mengajukan dua kali pertanyaan sama yang tidak menyenangkan yaitu: "... kok tumben ikutan Kak Ikang Cha?"--tiba-tiba saya baru tahu bahwa panggilan 'mesra' Memes ke Ikang suamiku adalah menjadi Kak Ikang. Sudah lama saya tahu dari kedua adikku Soraya Haque dan Shahnaz haque, bahwa Memes tidak menyukai caraku berbusana. Dan sejujurnya kami memang sangat berbeda! Seharusnya Memes dengan gaya busana yang telah menjadi pilihannya tidak perlu repot-repot menilai gaya busana Islami saya. Karena upaya Memes mengkritik busana saya tidak akan memberi efek apapun pada perubahan gaya busanaku. Saya telah memutuskan berjilbab, agar dapat lebih kaffah dalam Islam dan menghapus segala dosa dan maksiat tertentu yang pernah saya lakukan dimasa lalu. Memang saat lalu gaya hidup kami--Memes maupun saya--memang sangat mirip dan sedikit bebas. Namun dengan berjalannya waktu serta semakin hari kami semua semakin bau tanah. Ada jurang menganga lebar yang sangat signifikan yang menjadi pembeda dari cara pandang hidup kami. Kini gaya busana dan gaya hidup

ikang_fawzi_dan_si_sexi_memes_addie_ms_2010_jpg
Memes memang sangat mirip dengan Mama Ina (Vina Panduwinata) didalam memamerkan/sedekah payudara mereka semakin hari saya perhatikan semakin melorot, hingga tinggal seperempat atau sepertiga saja! Padahal payudara mereka diusia 50 tahunan sudah jatuh dan peyot dimakan usia! Semua gambar mereka yang seronok dapat dilihat dalam kapanlagi.com. Hhhh... bagaimana caranya menyampaikan kemereka berdua yang sedang sangat getol 'sedekah aurat/payudara' kepada para lelaki siapapun yang berada diselitar mereka. Yang saya duga dengan sangat senang hati melahap dengan kenikmatan duniawi??? Apakah suami mereka diam saja tidak merasa terganggu hak dirinya turut terbagi dinikmati lelaki lain???

Saya hanya berharap Vina Panduwinata segera insyaf, karena usia dia sudah diatas 50 tahun dan sudah bau tanah! Dan semoga tidak ada lagi Ikang Fawzi-ikang fawzi lainnya yang menjadi 'korban' Vina Panduwinata, sehingga menelurkan protes keras dari para istri yang merasa terganggu.

Yang menyalurkan protesnya melalui blog pribadi atau sms seperti saya. Dalam kasus Vina-Ikang saya pelajari memang terkait dengan inisiatif si Vina Panduwinata yang menjawil duluan tangan suamiku diteruskan mereka berpelukan mesra berdua, saya duga setelahnya mungkin dengan 'mencium' Vina-Ikang atau Ikang-Vina dipanggung--saat manggung bersama lalu (insert gambar diatas)

Sejujurnya saya tidak ikhlas suamiku Ikang Fawzi terangsang secara seksual dengan payudara Vina Panduwinata maupun payudara Memes Addie MS. Saya menyatakan KEBERATAN! Bukan saya sok suci, bahkan sayapun penuh dosa dan maksiat. Namun perjalan usia membuatku selalu ingat mati dan khawatir terpeleset ke neraka. Rasanya seluruh perempuan normal didunia akan menyatakan pendapat yang sama dengan saya bilamana mereka berada ditempatku hari ini. Sehingga, jangan salahkan Luna Maya-Ariel Peter Pan-Cut Tari dengan apa yang mereka kerjakan. Wong para 'oknum' seniornya melakukan hal tebar aurat dengan tanpa rasa beban kok! Persis seperti kata pepatah "guru kencing berdiri, murid kencing berlalri." Begitulah gaya hidup hedonisme Indonesia yang kebarat-baratan, dimana the value of Islam bagi para oknum muslimah penyanyi tua Indonesia hanya sebagai kosmetik pelengkap dalam KTP mereka. Innalillahi wa innailaihi rojiuuun... Ya Allaaaaah... beda sekali... dengan apa yang telah aku lakukan dalam menjaga 'marwah' suami. Kubuktikan dengan pemberitaan kegiatanku dihari yang sama ketika berita acara Odyssy muncul di Indopos pagi. Acaraku dalam melakukan sosialisasi ekonomi syariah bersama MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) bersama dua repectable people Direktur Bank Muamalat dan Bank DKI, muncul setengah halaman full color dikoran Republika.

tahun-2010-gaya-busana-marissa-haque-vs-memes-addie-ms

Saya sudah memaafkan Ikang Fawzi suamiku yang berjanji tidak akan lagi 'gatal' tangannya main pelak-peluk dan ciam-cium/cipika-cipiki ala Tukul dengan seluruh perempuan yang bukan muhrimnya!

Apalagi dengan perempuan sejenis Memes Addie MS dan Vina Panduwinata para perempuan berpayudara 2/3 atau 3/4 terbuka yang membuat diri Ikang Fawzi suamiku saya duga jadi 'gemas' ingin memeluk dan menciumnya.

Tentu hati saya terluka. Terutama karena saya telah berjilbab dan ingin dalam hal menjaga marwah istri, suamiku tercinta Ikang Fawzi mampu dan bersedia ikhlas meminta maaf dan secara sadar mengurangi hal-hal yang secara fisik dan kasat mata pasti akan menyakiti hati istrinya--yang katanya sehari-hari paling dicintainya itu... (hehe... hari ini saya merasakannya teramat-sangat-kelewat gombal!). Au' ah 'lap! Hehehe...

Kita lihatlah kedepan... setelah 25 tahun masa perkawinan tanpa kendala, siapa kedapannya yang lebih mampu menjaga marwah keluarga dalam menjaga komitmen satu istri-satu suami-sampai mati! Atau sengah mati? (smile). Saya menunggu suamiku pulang dari Trans TV--tadi pagi acara live bersama grup album REUNI. Ada Memes, namun tanpa Vina. Saya tidak berharap Memes Addie MS tidak sedang tebar payudara pagi ini, karena itu kebiasaan dan ciri dia sejak tahun 2009 lalu. Suamiku tahu bahwa saya Marissa Grace Haque istrinya sedang tidak happy hari ini. Karena kelakuan suamiku seperti tampak pada foto-foto tersebut diatas. Namun saya hanya ingin meminta maaf karena telah very rude terhadap keinginan alami seksualnya terhadap para teman-teman perempuan penyanyi tua lamanya bernama Vina Panduwinata dan Memes Addie MS--yang saya pikir sangat tidak Islami.

Saya juga ingin Ikang Fawzi suamiku tercinta meminta maaf padaku dan bersedia setiap hari membaca "doa tolak maksiat mata" sebuah sms kiriman salah seorang mursyidku Ustad Maskur Qurays Imam Besar Masjid Senayan Jakarta. Tujuanku agar rumah tangga kami dijauhkan dari marabahaya, segala macam maksiat (mulai dari maksiat majalah Play Boy, maksiat situs porno dan Play Boy, maksiat video porno Miyabi, bahkan maksiat kebanyakan pria yang berada diseputar kehidupan saya yang selama ini selalu berkilah mencari 'pahala' melalui paha-paha perempuan murahan yang saya duga memang dengan sengaja menebar pesona dengan target tertentu bagi pria yang ditemui dihari tertentu sebagai pemuasan 'dahaga' sesaat yang menyesatkan! Mata adalah salah satu indera manusia untuk melihat kebesaran-Nya, namun juga dapat terpeleset merendahkan pemilik yang dititpi karunia penglihatan tersebut. Karenanya bagi para pria dewasa yang ingin menjaga marwah diri dan istri serta seluruh keluarganya, dapat mengamalkan sebanyak-banyaknya setiap hari dari dua (2) buah doa dibawah ini

 Doa tersebut sebagai berikut:

 (1) "Bismillahirrahmanirrahiiiim... Allahuma innia'udzubika min fitnatinnisaa wa lazaabil qabri." Artinya: Ya Allah, aku berlindung dari fitnah wanita/perempuan dan siksanya azab kubur. dan ketika selesai membasuh/ba'da istinja/ba'da buang hajat besar/kecil:

(2)"Bismillahirrahmanirrahiiiim... Allahuma thohor qolbi minannifaqi, wa hassin fajri minal fawaahist." Artinya: Ya Allah... sucikanlah hatiku dari kemunafikan, peliharalah fajri-ku (vagina bagi perempuan dan penis bagi pria), dari kejahatan nafsu, dan haramkanlah jazadku dari siksa api neraka.

Demikian doa yang akan saya minta Ikang Fawzi suamiku tercinta membacanya setiap hari--insya Allah dengan bimbingan ikhlasku yang belum menjadi ustadzah ini--agar semakin tua semkin bijak dan 'jinak.' Sehingga walau tetap bergaul dengan teman musisi lamanya, insya Allah 'keliaran'syahwat' tertentu seperti kejadian dalam gambar diatas tidak perlu jadi berkelanjutan. Saya akan membiarkan ' Tangan' Allah Azza wa Jalla saja yang menjadi pembimbing abadi kami berdua, serta seluruh keluarga dan mereka yang dekat dihati, agar diselamatkan-Nya didunia serta di akhirat.

Dan dijauhkan dari azab pedih-Nya kelak. Amiiin... Ya Robbal Gofur Ya Robbal Alamiiiin...

Allah Robbul Izzati ampuni kami yan lemah serta aniaya ini... jagalah keluarga kami....lapangkanlah keberkahan dan ridho-Mu, kami hanya makluk aniaya yang berharap syafaat-Mu dihari akhir nanti...

Sumber kedua: http://ikangfawzi.blogdetik.com/